Konsumen Hijau (Green Consumer): Tren Perilaku Pembelian Berbasis Kesadaran Lingkungan

Penulis

  • Ni Wayan Dita Melani Universitas Ngurah Rai
  • Nyoman Dwika Ayu Amrita Universitas Ngurah Rai
  • Ni Komang Dewi Syahrani Universitas Ngurah Rai
  • Ni Luh Rita Dewi Universitas Ngurah Rai
  • I Putu Surya Andika Universitas Ngurah Rai

DOI:

https://doi.org/10.61401/relevansi.v9i2.356

Kata Kunci:

Konsumen Hijau, Perilaku Pembelian, Pemasaran Hijau, Kesadaran Lingkungan, Minat Beli Hijau

Abstrak

Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan telah mendorong munculnya konsumen hijau sebagai segmen pasar yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren perilaku pembelian berbasis kesadaran lingkungan serta faktor-faktor yang memengaruhi niat dan keputusan konsumen dalam memilih produk ramah lingkungan. Melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah, penelitian ini menemukan bahwa kesadaran lingkungan, sikap positif terhadap kelestarian alam, persepsi manfaat ekologis, serta citra merek hijau menjadi pendorong utama terbentuknya perilaku pembelian hijau. Pemasaran hijau yang komunikatif, autentik, dan konsisten terbukti memperkuat minat beli melalui penyampaian nilai keberlanjutan, label ramah lingkungan, serta strategi komunikasi yang menekankan tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, faktor psikologis seperti kepedulian pribadi, norma sosial, dan kontrol perilaku memengaruhi kecenderungan konsumen untuk memilih produk berkelanjutan. Secara keseluruhan, tren konsumen hijau menunjukkan peningkatan signifikan dan memberikan peluang bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih etis, informatif, dan berorientasi lingkungan dalam rangka memenuhi tuntutan pasar modern.

 

Unduhan

Diterbitkan

19-01-2026

Cara Mengutip

Dita Melani, N. W., Ayu Amrita, N. D., Dewi Syahrani, N. K., Rita Dewi, N. L., & Surya Andika, I. P. (2026). Konsumen Hijau (Green Consumer): Tren Perilaku Pembelian Berbasis Kesadaran Lingkungan. Jurnal Relevansi : Ekonomi, Manajemen Dan Bisnis, 9(2), 246–257. https://doi.org/10.61401/relevansi.v9i2.356