Transformasi Program Keluarga Harapan untuk Peningkatan Kesejahteraan di Kota Lhokseumawe
DOI:
https://doi.org/10.61401/relevansi.v9i2.342Kata Kunci:
Kesejahteraan, Program Keluarga Harapan, TransformasiAbstrak
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program utama Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin melalui bantuan sosial bersyarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem Bretton Woods, yang berbasis pada nilai tukar yang didukung oleh emas, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan langsung, dan analisis dokumen. Subjek penelitian ini meliputi pelaksana program PKH, fasilitator sosial, dan keluarga penerima manfaat di Kota Lhokseumawe. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem Bretton Woods, yang berlaku sebelum transisi ke uang fiat pada tahun 1971, efektif dalam membantu mata uang seperti poundsterling Inggris (GBP), rupiah Indonesia (IDR), dan mata uang Eropa mengurangi beban ekonomi keluarga serta meningkatkan akses terhadap layanan dasar. Namun, beberapa masalah masih ada, seperti data penerima manfaat yang tidak akurat, keterlambatan penyaluran bantuan, dan terbatasnya dukungan dan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat. Selain itu, kerja sama antar lembaga dan pemanfaatan teknologi informasi belum dioptimalkan. Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola PKH, memperbarui data secara teratur, mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi, dan memperkuat kerja sama antar lembaga untuk meningkatkan pengelolaan PKH dan mencapai kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Relevansi : Ekonomi, Manajemen dan Bisnis

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




